KUNCI JAWABAN GEOGRAFI PENDUDUK SMT 2 2019




1. Mempelajari penduduk suatu wilayah  jumlah, struktur, komposisi
dan perkembangannya (Multilingual Demographic Dictionary (IUSSP,
1982))
• Mempelajari jumlah, persebaran, teritorial, komposisi penduduk, dan
perubahan serta sebab-sebabnya yg biasa timbul krn natalitas,
mortalitas, migrasi, dan mobilitas sosial (D.J. Bogue 1969)
• Studi matematik & statistik thd jumlah, komposisi, distribusi spasial dr
penduduk manusia, dan perubahan-perubahan dr aspek tsb yang
selalu terjadi akibat proses fertilitas , mortalitas , perkawinan , migrasi
dan mobilitas sosial (Philip M. Hauser & Duddley Duncan (1959))
(A.) Menurut Nursid Sumaatmadja (1988: 54), Geografi penduduk (Population Geography) adalah cabang geografi manusia yang obyek studinya aspek keruangan dari penduduk. Obyek studi ini meliputi penyebaran, densitas, perbandingan jenis (sex ratio), perbandingan manusia dengan luas tanah (man land ratio) dan lain-lain sebagainya. Pada geografi penduduk, manusia dipelajari sebagai penghuni sesuatu wilayah; dianalisa kuantitas dan kualitasnya sesuai dengan wilayah yang ditempati; dianalisa perbandingan kuantitas dengan luas tanah yang dihuni; dianalisa penyebaran dan densitasnya dari satu wilayah ke wilayah lain dengan memperhatikan faktor lingkungan geografi yang mempengaruhinya; dan dianalisa pertumbuhannya sesuai dengan wilayah yang ditempatinya, dan demikian seterusnya. Pendek kata, segala aspek keruangan yang berkenaan dengan manusia sebagai penduduk suatu wilayah, menjadi bahan interpretasi dan analisa Geografi Penduduk.
Sumaatmadja, Nursid. (1988). Studi Geografi Suatu Pendekatan dan Analisa Keruangan. Bandung: Penerbit Alumni.
(B.) Kependudukan merupakan kajian terhadap jumlah, persebaran teritorial dan komposisi penduduk serta perubahan- perubahannya dan sebab-sebab perubahan itu yang biasanya timbul karena natalitas, mortalitas, gerak teritorial dan mobilitas sosial. Studi kependudukan lebih luas dari demografi, karena didalamnya memahami karakteristik penduduk disuatu wilayah , faktor2 nondemografis pun ikut dipertimbangkan. Ruang link=gkup studi kependudukan ,sumber data kependudukan, teori2 kependudukan ,pertumbuhan penduduk, komposisi penduduk, beberapa ukuran dasar dan teknik analisa demoografi, fertilitas, mortalitas,mobilitas pendudk dan proyeksi pnddk.
(C dan D). Cakupan yang terdapat di dalamnya adalah penyebaran, dentitas, perbandingan jenis kelamin, dan perbandingan manusia dengan luasnya lahan. Geografi penduduk menjadi bagian dari geografi sosial yang mempelajari hubungan timbal balik manusia dengan lingkungannya. Di dalam geografi penduduk manusia dipelajari sebagai penghuni ruang atau wilayah tertentu, dianalisa kualitas dan kuantitas yang disesuaikan dengan wilayah hunian, dianalisa perbandingan jumlah penduduk dengan luasnya lahan hunian.
2 (A)perbedaan
No
Sensus
Survey
registrasi
definisi
sensus penduduk itu adalah proses untuk menyusun, mengumpulkan, dan juga menyebarluaskan data-data kependudukan. Mulai dari aspek sosial, demografi, serta ekonominya.
Survei penduduk ini biasanya dilakukan untuk mendapatkan informasi yang berkaitan dengan permasalahan sosial ekonomi, psikologi, dan juga faktor lainnya yang dapat memengaruhi aspek demografi secara umum. Misalnya kelahiran, kematian, dan juga migrasi.
Registrasi dilakukan dengan cara mencatat peristiwa-peristiwa penting dalam kependudukan. Peristiwa itu seperti kelahiran, kematian, perkawinan, perceraian, pengangkatan anak (adopsi), dan juga perpindahan penduduk.
Jenis
Berdasarkan jenis sensusnya
Sensus jenis ini mencakup beberapa sensus, yaitu sensus penduduk, sensus perumahan, sensus industri, dan sensus pertanian.

Berdasarkan tempat tinggalnya
- Sensus de jure, yaitu pencacahan yang ditunjukan kepada setiap penduduk yang benar-benar berdiam atau bertempat tinggal di daerah atau negara yang bersangkutan.

- Sensus de facto, yaitu pencacahan penduduk yang ditunjukan kepada setiap penduduk yang pada waktu diadakan sensus berada dalam wilayah atau negara yang bersangkutan.

Berdasarkan cara pengumpulan datanya
-  Metode house holder, yaitu pendataan yang dilakukan dengan cara meminta kepala keluarga yang mengisi daftar sensus sendiri.

- Metode canvaser, yaitu pendataan yang dilakukan dengan cara mewawancarai kepala keluarga. Biasanya petugas sensus mengisi daftar sensus, dan kepala keluarga hanya sebagai narasumber.
  Singgle round survey (survei bertaraf tunggal)
Petugas mengajukan beberapa pertanyaan mengenai kejadian atau peristiwa demografi yang dialami seseorang di masa lalu dalam periode tertentu.
·         Multi round survey (survei bertaraf ganda)
Petugas melakukan kunjungan rumah berulang kali dengan interval waktu tertentu.
Misal: petugas survei mengunjungi penduduk setiap 2 tahun sekali
Kelemahannya: Petugas dan responden bisa sama-sama bosan hingga timbul error data, Kualitas kerja petugas tidak selalu konstan setiap waktu, Kualitas kerja antar petugas bisa berbeda, karena petugas tidak selalu sama (mungkin ada pergantian petugas antar waktu).
·         Kombinasi metode Singgle round survey dan Multi round survey atau kombinasi salah satu metode dan registrasi.


3. kepadatan pnddk Kepadatan Penduduk Berdasarkan Lahan Pertanian : Kepadatan penduduk berdasarkan lahan pertanian dapat dibedakan menjadi dua, yaitu kepadatan penduduk agraris dan kepadatan penduduk fisiologis.
Kepadatan penduduk agraris adalah perbandingan antara jumlah penduduk yang bekerja di sektor pertanian dengan luas lahan pertanian. Istilah lain untuk kepadatan penduduk agraris adalah kepadatan penduduk netto.Rumus kepadatan penduduk agraris:
Jumlah pnddk : luas lahan pertanian(Ha)

dampak kepadatan penduduk : Sementara itu, kepadatan penduduk fisiologis adalah perbandingan jumlah penduduk total, baik yang berprofesi sebagai petani maupun yang bukan berprofesi sebagai petani, dengan luas lahan pertanian.
2. Kepadatan Penduduk Umum (Aritmatik) (Jumlh pnddk: luas(km2)

Kepadatan penduduk aritmatik adalah jumlah penduduk rata-rata yang menempati wilayah per kilometer persegi. Kepadatan penduduk aritmatik juga dikenal dengan istilah kepadatan penduduk secara umum. Kepadatan penduduk aritmatik merupakan perbandingan antara jumlah penduduk total - tanpa memandang mata pencaharian - dengan luas wilayah, baik wilayah lahan pertanian ataupun tidak.dampak kepadatan penduduk

3. Kepadatan Penduduk Ekonomi
Kepadatan penduduk ekonomi adalah jumlah penduduk pada suatu wilayah berdasarkan kemampuan wilayah yang bersangkutan tersebut.
(B) cilacap Dengan luas wilayah 2.138,50 km2 jumlah pnddk, thn 2000 = 1 671 779.
Faktor kpadatan pnddk: Fisiografi
Faktor fisik wilayah menjadi salah satu penentu manusia untuk tinggal di atasnya. Indikator fisiografis wilayah diantaranya tingkat elevasi, kesuburan tanah, iklim, ketersediaan air dan kondisi sumber daya. Pemusatan penduduk tentu lebih banyak di daerah dataran rendah dibandingkan dataran tinggi. Selain itu manusia juga sangat sulit bertahan di daerah yang jauh dari sumber air. Pengembangan pemukiman juga sangat cepat di daerah dengan elevasi datar sehingga mobilitas penduduk relatif semakin cepat dibanding dengan daerah dengan kontur berbukit dan elevasi tinggi.
Ekonomi
Wilayah dengan pertumbuhan ekonomi pesat seperti daerah industri akan menarik para pendatang lebih banyak. Dampaknya pemukiman semakin padat karena arus urbansiasi. Lihat saja Cikarang atau Bekasi yang dulunya daerah jarang penduduk kini menjadi daerah padat pemukiman karena banyak industri berkembang di sana.
3. Sosial Budaya
Pola pikir masyarakat yang berubah mengakibatkan kondisi fisiografi juga ikut berubah. Budaya konsumtif mengakibatkan pembangunan properti semakin pesat di berbagai tempat.
4. Biologis
Pertumbuhan penduduk suatu daerah berbeda-beda sehingga ada daerah yang tingkat fertilitasnya tinggi sehingga kepadatannya akan berkembang pesat juga.
5. Tata Ruang
Pola pembangunan daerah yang tidak seimbang akan antara desa dan kota akan membuat ketimpangan antara desa kota semakin tinggi. Kota akan semakin padar sementara desa semakin ditinggalkan penduduknya pergi ke kota.
Solusi agar kpadatan penduduk berkurang
1.      1. Menggalakkan program transmigrasi
2.      Pemerataan lapangan kerja
3.      Menekan pertumbuhan penduduk dengan program Keluarga Berencana
4.      Membuat Undang-Undang yang menetapkan usia minimal menikah
5.      Membatasi tunjangan anak bagi PNS dan ABRI hingga anak kedua
6.      Memberlakukan tarif tinggi bagi para imigran
7.      Menyebarluaskan pendidikan kependudukan ke berbagai jenjang pendidikan
8.      Mempermudah serta meningkatkan pelayanan dalam bidang pendidikan
9.      Meningkatkan wajib belajar pendidikan dasar bagi masyarakat

4. Pertumbuhan penduduk adalah perubahan jumlah penduduk baik pertambahan maupun penurunannya. Pertumbuhan penduduk di suatu wilayah dipengaruhi oleh besarnya kelahiran (Birth), kematian (Death), migrasi masuk (In Migration), dan migrasi keluar (Out Migration).
  • b) Pertumbuhan penduduk alami
Angka pertumbuhan penduduk yang dihitung berdasarkan pertumbuhan penduduk alami diperoleh dari selisih antara jumlah kelahiran dengan jumlah kematian dalam setahun. Adapun formulasi untuk menghitung angka pertumbuhan penduduk alami dirumuskan sebagai berikut:
Pt = Po + (L – M)
% = {(L – M)/Po} x 100%
Pt = 250.000 + (18.000 – 7.500) = 250.000 + 10.500 = 260.500 jiwa
% = (10.500/250.000) x 100% = 4,2%
Jadi, pertumbuhan penduduk alami Kota A pada periode tahun 2015 – 2016 adalah 10.500 jiwa. Jumlah penduduk pada akhir tahun 2016 mencapai 260.500 jiwa. Sementara angka pertumbuhan penduduknya sebesar 4,2%. Artinya laju pertumbuhan penduduk Kota A tergolong cepat.
  • Pertumbuhan penduduk total
Angka pertumbuhan penduduk berdasarkan pertumbuhan total diperoleh dari selisih jumlah kelahiran, kematian, imigrasi, dan emigrasi yang terjadi di suatu wilayah. Perhitungan angka pertumbuhan penduduk total didasarkan pada formulasi berikut.
Pt = Po + (L – M) + (I – E)
% = {(L – M) + (I – E)/Po} x 100%
Pt = 300.000 + (15.000 – 7.000) + (500 – 250) = 300.000 + 8.000 + 250 = 308.250 jiwa
% = (8.250/300.000) x 100% = 2,75%
Jadi, pertumbuhan penduduk Kota B sebanyak 8.250 jiwa, sehingga pertumbuhan penduduk total berjumlah 308.250 jiwa. Angka pertumbuhan penduduk total sebesar 2,75%. Artinya, laju pertumbuhan penduduk di Kota B selama periode tahun 2015 – 2016 tergolong cepat.
Pertumbuhan Penduduk Migrasi(Pt = Po + (M - K))
Laju Pertumbuhan Penduduk menurut Provinsi
Provinsi
Laju Pertumbuhan Penduduk per Tahun
1971-1980
1980-1990
1990-2000
2000-2010
2010-2016 2
Aceh
2,93
2,72
1,46
2,36
1
2,01
Sumatera Utara
2,60
2,06
1,32
1,10
1,33
Sumatera Barat
2,21
1,62
0,63
1,34
1,31
Riau
3,11
4,30
4,35
3,58
2,59
Jambi
4,07
3,40
1,84
2,56
1,80
Sumatera Selatan
3,32
3,15
2,39
1,85
1,46
Bengkulu
4,39
4,38
2,97
1,67
1,69
Lampung
5,77
2,67
1,17
1,24
1,21
Kepulauan Bangka Belitung
-
-
0,97
3,14
2,20
Kepulauan Riau
-
-
-
4,95
3,06
DKI Jakarta
3,93
2,42
0,17
1,41
1,07
Jawa Barat
2,66
2,57
2,03
1,90
1,54
Jawa Tengah
1,64
1,18
0,94
0,37
0,79
DI Yogyakarta
1,10
0,57
0,72
1,04
1,18
Jawa Timur
1,49
1,08
0,70
0,76
0,66
Banten
-
-
3,21
2,78
2,23
Bali
1,69
1,18
1,31
2,15
1,21
Nusa Tenggara Barat
2,36
2,15
1,82
1,17
1,36
Nusa Tenggara Timur
1,95
1,79
1,64
2,07
1,69
Kalimantan Barat
2,31
2,65
2,29
0,91
1,63
Kalimantan Tengah
3,43
3,88
2,99
1,79
2,33
Kalimantan Selatan
2,16
2,32
1,45
1,99
1,81
Kalimantan Timur
5,73
4,42
2,81
3,81
2,58
3
Kalimantan Utara
-
-
-
-
-
Sulawesi Utara
2,31
1,60
1,33
1,28
1,13
Sulawesi Tengah
3,86
2,87
2,57
1,95
1,67
Sulawesi Selatan
1,74
1,42
1,49
1,17
1,10
Sulawesi Tenggara
3,09
3,66
3,15
2,08
2,16
Gorontalo
-
-
1,59
2,26
1,62
Sulawesi Barat
-
-
-
2,68
1,93
Maluku
2,88
2,79
0,08
2,80
1,79
Maluku Utara
-
-
0,48
2,47
2,16
Papua Barat
-
-
-
3,71
2,61
Papua
2,67
3,46
3,22
5,39
1,95
INDONESIA
2,31
1,98
1,49
1,49
1,36
Pertumbuhan penduduk kabupaten cilacap 1990: 1,5jt ,,2000: 1.659.000 (katadata.co.id)
Angka beban tanggungan adalah angka yang menyatakan perbandingan antara penduduk usia tidak produktif (di bawah 15 tahun dan 65 tahun ke atas) dengan usia produktif (antara 15 sampai 64 tahun) dikalikan 100. 



Pasangan usia subur berkisar antara usia 20-45 tahun dimana pasangan (laki- laki dan perempuan) sudah cukup matang dalam segala hal terlebih organ reproduksinya sudah berfungsi dengan baik. Ini dibedakan dengan perempuan usia subur yang berstatus janda atau cerai.
Rasio Ketergantungan (Defendency Ratio) adalah perbandingan antara jumlah penduduk umur 0-14 tahun, ditambah dengan jumlah penduduk 65 tahun ke atas (keduanya disebut dengan bukan angkatan kerja) dibandingkan dengan jumlah pendduk usia 15-64 tahun (angkatan kerja).

Pengertian bonus demografi adalah suatu kondisi dimana komposisi jumlah penduduk yang berusia produktif lebih besar dibandingkan dengan jumlah penduduk usia tidak produktif. Penduduk usia produktif adalah penduduk yang berada pada rentang umur 15-64 tahun.
Proyeksi puncak era bonus demografi Indonesia menurut proyeksi BPS akan dicapai antara rentang tahun 2025-2030, atau ketika jumlah penduduk usia produktif Indonesia ada pada angka minimal 70% dari total jumlah penduduk.Pada tahun 2020-2030 Indonesia berpeluang untuk  mengalami bonus demografi, di mana negara ini akan memiliki sekitar 180 juta orang berusia produktif,  sementara yang tidak produktif berkurang menjadi 60 juta jiwa.  Ini berarti  10 orang usia produktif hanya akan menanggung  3-4 orang usia tidak produktif.Berdasarkan grafik Badan Pusat Statistik (BPS), tren rasio ketergantungan (depency ratio) penduduk Indonesia selama kurun waktu 1971-2016, semakin menurun hingga sebesar 48.4 % pada tahun 2016.
kebijaksanaan kependudukan sebagai keputusan legislatif, program administrasi dan berbagai usaha pemerintah lainnya yang dimaksudkan untuk merobah kecenderungan penduduk yang ada demi kepentingan kehidupan dan kesejahteraan nasional.
Macam kebijakan di indo
1.      Pengendalian Laju Pertumbuhan Penduduk
2.      Keluarga Berencana (KB)
3.      Peningkatan Kualitas Penduduk
4.      Pemerataan Persebaran Penduduk
Undang kebijakan


•Demografi  Analisa statistik thd jumlah, distribusi,
komposisi penduduk serta komponen-komponen
variasi dan perubahannya
• Studi kependudukan  Membahas Hubungan antara
variabel demografi dan variabel sistem lain
Penduduk Indonesia per Provinsi Tahun 1961 (Sensus)
1
DI Aceh
1,628,983
2
Sumatera Utara
4,964,734
3
Sumatera Barat
2,319,057
4
Riau
1,234,184
5
Jambi
744,381
6
Sumatera Selatan
4,847,224
7
DKI Jakarta
2,906,533
8
Jawa Barat
17,614,555
9
Jawa Tengah
18,407,471
10
DI Yogyakarta
2,241,477
11
Jawa Timur
21,823,020
12
Bali
1,782,529
13
Nusa Tenggara Barat
1,807,830
14
Nusa Tenggara Timur
1,967,297
15
Kalimantan Barat
1,581,034
16
Kalimantan Tengah
496,522
17
Kalimantan Selatan
1,473,155
18
Kalimantan Timur
550,765
19
Sulawesi Utara
2,003,211
20
Sulawesi Selatan
5,076,138
21
Maluku
789,534
22
Irian Barat
758,396

Indonesia
97,018,029

Comments

Popular posts from this blog

jumlah penduduk tahun 1961,1971,1980,1990,2000,2010